MEROS – Idarah Wustha Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat silaturahmi dengan para mursyid dan komunitas tarekat yang ada di Sulawesi Selatan.
Hal ini ditandai dengan pertemuan bersama di kediaman Zawiyah Syekh AG. KH. Mun’im Rasyid, Mursyid As-Sanusiyah ke-13, di Tekolabbua, Maros, Sabtu (05/10/2025).
Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Mudir Idarah Wustha JATMAN Sulsel, Prof. Dr. H. Abd. Kadir Ahmad, MS. APU, bersama pengurus JATMAN Sulsel dan keluarga besar tarekat di wilayah Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Abd. Kadir Ahmad menekankan pentingnya JATMAN sebagai wadah yang menyatukan para ahli tarekat.
“JATMAN ini tidak masuk dalam internal masing-masing tarekat, tetapi JATMAN hanya menjadi fasilitas untuk mengumpulkan semua ahli tarekat. Bagaimana JATMAN ini mewadahi semua komunitas tarekat, kita kelola dengan semangat, kita sama-sama menggaungkan JATMAN melalui komunitas tarekat ini,” ujarnya.
Menurutnya, kebersamaan dalam menjalankan organisasi harus dibangun dengan penuh kekeluargaan. “Kita jalankan organisasi ini dengan riang gembira, senang hati. Kita menawarkan beragam dengan senang.
Jangan sampai hal-hal sepele kita jadikan alasan untuk memperlemah JATMAN. Saya kira kita tidak muluk, cukup kita jalankan pengajian, istighotsah, dan politik pengajian tarekat,” tegasnya.
Dalam pemaparan program kerja JATMAN Sulsel ke depan, ada beberapa poin yang menjadi fokus, antara lain penguatan kemandirian tarekat, penyusunan kurikulum pendidikan JATMAN, serta kaderisasi yang berkelanjutan.
Ketiga poin ini diharapkan dapat memperkuat eksistensi tarekat di tengah masyarakat sekaligus melahirkan generasi penerus yang istiqamah dalam menjaga ajaran dan amalan tarekat mu’tabarah.
Prof. Abd. Kadir Ahmad juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut.
“Saya sangat apresiasi kepada bapak ibu sekalian yang telah hadir untuk berkumpul bersama pada kesempatan ini. Kehadiran kita di sini menjadi bukti bahwa kita memiliki semangat yang sama untuk menjaga dan mengembangkan tarekat di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.
Pertemuan ini juga menjadi momentum penting bagi pengurus JATMAN Sulsel untuk mempererat koordinasi dengan para mursyid dan jamaah tarekat, sekaligus mempertegas peran JATMAN sebagai organisasi pemersatu tanpa mencampuri urusan internal masing-masing tarekat.
Semangat kebersamaan dan kemandirian, JATMAN Sulsel bertekad melanjutkan kiprahnya sebagai wadah yang menjaga tradisi spiritual tarekat serta berkontribusi dalam penguatan nilai keagamaan di tengah masyarakat.













