SULSEL – Pengurus Wilayah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Sulawesi Selatan kembali menggelar pengajian dan diskusi tarekat yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa spiritual.
Kegiatan ini menghadirkan para pengurus, ikhwan tarekat, serta masyarakat yang memiliki perhatian pada ajaran tasawuf dan thariqah.
Kegiatan yang digelar di Jalan Mapala 5 Blok E 29 No. 16 pada Minggu (09/11/2025) ini diawali dengan pembacaan Shalawat Thariqiyah yang dipimpin oleh para masyayikh JATMAN Sulsel.
Suasana pengajian berjalan penuh kekhusyukan, menghadirkan ketenangan bagi para jamaah yang hadir.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah utama yang dibawakan oleh Syekh Dr. K.H. Syahrir Nuhun, Lc., M.Ag. Dalam penyampaiannya, Syekh Syahrir menekankan pentingnya menjaga kemurnian amaliah thariqah dan memperkuat hubungan spiritual antara murid dan mursyid.
Ia juga menegaskan tarekat merupakan jalan penyucian hati yang harus dijalani dengan keikhlasan dan bimbingan yang benar.
Mudir JATMAN Sulsel, Prof. Dr. H. Abd. Kadir Ahmad, M.Si., APU, dalam kesempatan itu menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman ketarekatan di tengah masyarakat.
“Kami mengundang seluruh pengurus dan jamaah JATMAN Sulsel bukan hanya untuk berkumpul, tetapi untuk memperdalam pemahaman kita tentang nilai-nilai thariqah. Pengajian dan diskusi seperti ini sangat penting agar amaliah kita tetap berada pada jalur yang mu’tabar dan terjaga,” ujarnya.
Ia juga menambahkan JATMAN Sulsel terus berkomitmen menghadirkan ruang edukasi keagamaan yang moderat, mendalam, dan menyejukkan bagi masyarakat.
“InsyaAllah kegiatan seperti ini akan terus kami hidupkan sebagai bagian dari khidmah kami kepada umat, khususnya dalam pengembangan tasawuf dan thariqah di Sulawesi Selatan,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi ketareqahan yang melibatkan para peserta. Diskusi berlangsung dinamis, membahas berbagai tema seputar praktik thariqah, adab dalam suluk, hingga tantangan spiritual di era modern.
Pengajian ini diharapkan menjadi momentum penguatan ukhuwah serta peningkatan kualitas spiritual jamaah JATMAN Sulawesi Selatan.












